Sabtu, 09 Desember 2017

Cinta yang tak terbalas

Iyah aku tau aku salah harusnya aku tidak usah mendekatinya cuman karna dia baik dan begitu perhatian terhadap ku kenapa aku malah terperangkap oleh perasaan ini harusnya aku tidak usah mengenalnya , yah aku akui ini salah ku karna terlalu nekat untuk mendekati dan berteman dengan lelaki itu , dan sekarang aku baru tau ternyata dia baru saja mengungkapkan perasaanya kepada   sahabatku dan kalian pasti tau dong perasaan ku seperti apa sekarang ,
Yaaah begini lah ahirnya aku berantakan cuman karna satu orang yang menyakitiku tanpa dia ketahui kalau ulahnya telah menghancurkan semuanya menghancurkan semua rasa cintaku padanya menghancurkan semua rasa sayangku padanya , kenapa? Kenapa harus dia yang menyakitiku dan menyiayiakan kasih sayang ku yang mahal ini dan kenapa ? Harus sahabatku yang dia pilih untuk berbagi rasa bersamanya yaah ini sangat sakit rasanya seperti duren yang jatuh tepat di atas kepalaku ah lebih dari itu sepertinya ,

" fix Mia kau seperti orang gila "

tanpa aku sadari teman cerewetku yang satu ini sudah duduk di atas kasur ku ,aku menoleh ke arahnya

"huh" 


mataku bengkak dan sembab wajar saja karna  seharian ini aku menangis, jarrell terus meliahtku dengan tatapan bingung

" astaganaga Miaaaa aku tidak mengerti apa yang membuat mu seperti ini hah kau tau kau seperti Babi yang belom mandi "

liatlah teman cerewetku ini dia terus saja mengomel ,

"fix aku emang seperti Babi "

Jujur saja hari ini aku emang lagi malas untuk berbicara namun teman cerewet ku yang satu ini kalau belom aku jelaskan pasti dia terus meminta jawaban

" Miaa aku becanda , aku lari terbirit birit karna aku sangat kwatir kepada mu , baru saja ibumu bilang kau tidak mau keluar kamar dan tidak mau makan ? Sebenarnya apa yang membuatmu seperti ini huh ? "

Benar saja teman cerewetku yg satu ini meminta jawabanya , yah aku harus cerita kan semuanya kalaupun malas setidaknya luka ku tidak terlalu sakit kalau unek unek ku keluarkan sedikit saja  , aku terbangun dari tidur dan duduk menghadap jarrell

" kau ingin tau apa yang membuat ku seperti ini huh ? "

aku menjeda pembicaraan Jarel hanya menganggup tanda kalau dia emang ingin tau , yah bukan Jarel namanya kalau gak kepo tentang kehidupan ku bukan kepo usil tapi dia hanya ingin tau semua tentang hidup ku wajar saja karna di teman ku dari kecil aku menjuluki teman cerewet karna emang dia sedikit cerewet tapi aku bersukur memilik teman sepertinya kalaupun terkadang dia menyebalkan 

" aku harus cerita dari mana ? Karna ini sangat rumit "

yah memang ini sangat rumit saking rumitnya jadi beban pikiran ku dan ahirnya aku tidak mau berbuat apa apa bahkan makan pun sama sekali aku tidak memikirkanya

" rumit ! Apa garagara Peter ? "

deg hatiku kembali sakit saat jarrell menyebut nama orang yang telah menyakitiku , saking sakitnya tanpa aku sadari air mata kecewa pun pecah yang kesekian kalinya aku menangis lagi

" ok sekarang aku tau ini gara gara Peter aku baru saja di beri kabar oleh Sopi kalau dia baru saja resmi menjadi pacarnya dan sepertinya dia sangat bahagia "

Hatiku tambah sakit mendengar kata kata 'bahagia' , aku sadar aku hanya pengagumnya dan cintaku emang bertepuk sebelah tangan tapi rasa sakit ku ini benar benar terasa

" hikhikhik , dia tega macarin sahabatku sendiri padahal dari dulu aku yang lebih perhatian kepadanya begitupun sebaliknya "

" tenyata benar ini ulah Peter"

Jarel mengusap ngusap bahu ku lalu dia memeluk ku dengan erat

" aku tau seperti apa posisimu sekarang Mi tapi kau harus sadar bahwa hidup mu tidak akan berahir cuman karna cinta ini "

Justru aku merasa hidup ku berahir begitu saja hidup ku hancur begitu saja cuman karna rasa sakit ku ini ,aku masih tersedu sedu air mata masih saja membasahi pipi ku mungkin sepertinya sekarng baju Jarel pun basah karna dia memeluk ku

" kenapa Rel kenapa harus Sopi yang dia pacarin kenapa ? Kau tau Sopi sahabat kita dan rasanya semakin sakit , sungguh aku tidak tahan lagi kenapa semuanya bisa sehancur ini "

" apa perlu aku menjabak Sopi hari ini juga  , dia baru saja merebut kebahagiaan mu Mia aku tidak tega melihat mu seperti ini "

yah ingin rasanya aku menjambak Sopi bukanya hanya jarel tapi aku pun rasanya ingin menenggalmkan Sopi di lautan terdalam karna aku terlalu iri kepadanya yang bisa membuat Peter jatuh kepelukanya

" tidak usah Rel biarkan saja mereka bahagia dan aku seperti ini tidak apa apa asal Peter bahgia "

" apa kau bilang 'asal Peter bahagia ' udah jelas dia bahagia tanpa kau suruh Miaa , dan sekarang lihat apa yang terjadi dengan dirimu hah , Peter bahagia lalu kau berantakan seperti orang gila oh Mia jujur saja aku kesal dengan tingkah lebay mu kau hanya memikirkan orang lain yang bahagia tanpa memikirkan dirimu sendiri " 


yah Jarel benar aku hanya memikirkan Peter tanpa mempedulikan diriku sendiri aku terlalu hanyut dalam kekecewaan ini

" lalu apa yang harus aku lakukan ? "

aku sangat bingung untuk memulai dari mana  , saat semuanya berantkan

" sekarang bangun lalu mandi kembalikan Mia yang cantik seperti kemaren kemaren bukan Mia yang seperti orang gila ini "

" apa aku sebegitu menyedihkan sapai kau bilang aku seperti orang gila "

" ok fix kau harus bangun lalu bercermin lihatlah dirimu sendiri" 

Aku tidak ingin melihat penampilanku sekarang bangun dari tiduranpun rasanya sangat malas ini pun aku terpaksa melakukanya karna teman cerewetku 

"Bawakan aku cermin itu " 

"Oh tuhan fix sudalah lupakan , Mia kau tau semuanya belom sepenuhnya hancur plase jangan seperti orang paling menyedihkan di dunia ini cuman karna satu orang , sekarang cepat bangun lalu mandi bersihkan badan mu kerjakan semua aktivitas mu semula , kau kira dengan bersikap seperti ini Peter akan melihat mu ? Peter akan mengasihani mu hah ? Sudahlah lupakan semuanya " 

Jarel benar mungkin Peter tidak akan tau kalau ulahnya telah merubahku seperti ini , seperti orang yang paling menyedihkan 

" kau kira segampang itu untuk melupakan semuanya hah ? " 

" ya ya ya aku tau melupakan bukan lah hal mudah , tapi Mia cobalah kau jangan bersikap seperti ini, setidaknya kau baik baik saja dari luar kalaupun hati mu yang sakit , lupakan dia dengan cara mu sendiri , apa kau masih mengaguminya saat dia sudah menjadi pacar sahabatmu sendiri ? Oh mia sungguh itu sangat menyakitkan untuk dirimu coba lah kau mengerti apa maksud ku " 

Aku tertegun sejenak mmencerna semua kata kata jarel , 

"Seiring berjalan nya waktu aku yakin semuanya baik baik saja Mi , asalkan kau tidak bersikap seperti ini , kau tau aku takut kau akan menjadi orang gila kalau terus terusan bersikap seperti ini , mengurung diri, tidak mau makan tidak mau mandi tidak mau berbuat apa apa , kau pikir dengan bersikap seperti ini Peter akan mendekati mu lagi hah ? Maapkan aku Mia kalau aku berlebihan aku hanya takut kau berubah menjadi pendiam gara gara Peter "  

Ternyata saat aku tidak mengerti dengan situasi ini , teman cerewetku ahirnya memotivasiku mungkin ibu benar saat keadaan ku seperti ini yang aku butuhkan hanya seorang teman yang bisa mengeri keadaan ku , dan ibu tidak salah untuk menyuruh teman cerwetku yang satu ini untuk mendengar semua keluh kesahku hari ini 

, aku berdiri dari duduku dan tersenyum melihat ke arah jendela kmar yang terbuka dapat kulihat cuaca hari ini sangat bagus namun ta sebagus perasaanku hari ini melihat langit biru yang tidak tertutup awan sehingga terlihat sangat indah memandanginya membuat suasan hati ku menjadi sedikit tenang ,Kulangkahkan kaki ku kenuju jendela itu , kuhirup udara yang segar ini , aku sedikit melupakan perasaan hancurku dengan memandangi sekliling pepohoan yang rindang  ranting rantingnya yg tertiup angin, 

" hemmmm nyaman banget " 

Jarel mengahmipiriku

" kau baru menyadarinya huh?.. Sekarang mandi lah aku tidak tahan melihat rambut mu berantakan, bersihkan dirimu "  

Aku tersenyum lalu memeluk teman cerewetku yang dri tadi menyuruhku untuk mandi 

" aku akan mandi tanpa kau menyuruhnya , well thanks u buat semua teguran mu hari ini kalau tidak ada kau mana bisa aku tersenyum seperti ini , yah aku tau semuanya belom berahir selagi aku masih  bernapas , hidup ku tidak akan hancur cuman karna perasaan ini , aku akan melupakan semuanya kalaupun sedikit sulit " 

.......



Udahah cape ngetiknya lagian ini cumn skdar iseng 

jangan minta buat panjutin cerita ini haha 

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar