Jumat, 26 Januari 2018

History di Asrama

Ini cerita pas bulan ramadhan kemaren , banyak banget cerita yang ingin gue tulis dan ini salah satunya

~~~jarrellfovv~~

Malam yang sangat dingin , tetesan air hujan yang terus membasahi ponpes Al Madani , tak henti hentinya selama 2 jam ini 

Saat ku melihat setiap tetesan air hujan yang jatuh aku jadi teringat dia .

dia yang suka hujan, dan suka memainkan setiap tetesan air hujan yang jatuh tepat di tanganya sambil tersenyum , 

*FLASHBACK ON*

Sore itu aku baru saja menghabiskan waktu bersamanya stelah sekian lama aku tidak jalan denganya aku menghabiskan waktuku di taman bunga ini , namun cuaca hari ini sedikit mendung awalnya gumpalan awan itu ke abu abuan lalu sedikit hitam dan ahirnya turun hujan , segera aku mencari tempat untuk berteduh aku sedikit berlari bersamanya   menuju tempat peristirahatan dekat taman itu , saat hujan begitu deras dia terus menyodorkan tanganya ke air hujan seolah ingin menggenggam air hujan itu 

"Apakah kau menyukainya?" Tanya ku

"Iyah aku sangat menyukainya :) hujan bagi ku adalah rahmat tuhan yang paling berharga dan patut kita sukuri setiap tetesanya yang jatuh "

jawabnya sambil tersenyum , senyuman yang manis itu membuat aku tambh menyukainya , 

" entah kenapa ? Saat hujan turun rasa sedih dan bahagia selalu menghampiri ku , begitu banyak kenangan ku bersama mu saat hujan turun " 

lanjutnya sambil menoleh ke arah ku  

" memangnya kenangan apa yang kamu ingat saat hujan turun " tanya ku 

".....hmm waktu itu aku sangat terburu buru sekali ,sangat terlambat buat ku untuk sampai di rumah mu , acara ulang taun mu waktu itu sudah di mulai sedangkan aku masih di jalan dan keujanan ,aku tau pasti kamu bakal marah karna aku terlambat, tapi di sisi lain aku merasa senang karna aku sudah membeli kado yang kamu sukai . Karna terlalu lama mencari kado itu ahirnya aku harus terlambat , hujan yang terus menguyur kota Bogor ini membuatku sedikit resah , ahirnya aku memilih menorobos hujan yang deras itu dengan laju speda motr yang kencang , karna jalanan sedikit gelap.... tertutupi kabut hujan ahirnya speda motr ku harus menambrak mobil truk yang sama sama melaju kencang , aku tergeletak di jalanan...., sekilas aku melihat speda motr ku hancur aku kepikiran kado untuk mu apakah masih utuh atau hancur  ,ingin rasanya aku berdiri dan mencarinya tapi...! semua badan ku terasa sakit , darah yang bercucuran dari kepala ku membuat aku hilang kesadaran, ahirnya...semuanya jadi gelap " 

Entah kenapa air mata ku mntes  stelah mendengar cerita dia , kejadian taun lalu saat aku mendengar dia kecelakaan waktu itu aku baru saja meniup lilin ulang taun ku yg ke 18 aku sedikit kesal karna dia tidak datang  bahkan aku kcewa karna menurut ku di hari yang berharga ini berasa tidak bahagia saat orang yang aku sayangi tidak datang padahal dia sudah berjanji akan menemuiku,  karna terlanjur kesal aku mengirim pesan lewat Line dalam pesan itu aku marah marah tidak jelas bahkan hampir saja aku ingin memintanya untuk putus , namun ke esokan harinya aku mendapat kabar kalau dia kecelakaan , lutut ku lemas amarah yang ku pendam dari kemaren berubah menjadi rasa sedih 

" maapkan aku "

 lirih ku karna memang aku tidak bisa berkata apa apa

 " kamu tidak salah , jangan meminta maap " sautnya 

" tapi aku ngerasa itu semua salah ku coba saja waktu itu aku tidak harus merayakan ulang taun , pasti semuanya bakal baik baik aja" 

dia memeluk ku dengan lembut

 " bukan itu andai saja waktu itu aku menunggu hujan reda pasti semua tidak akan terjadi , ya udah yang lalu biarlah berlalu aku hanya skedar bercerita soal masa lalu saat hujan turun , dan yang terpenting aku masih ada di sisi kamu " 

aku hanya tersenyum air mata ku berhenti karna pelukan yang hangat ini , tanpa aku sadari hujanya sudah berhenti

 " hujanya reda nih yu kita pulang " 

lanjutnya ,aku hanya nengangguk dan segera aku merapihkan baju ku yang aga kusut ,

*FLASHBACK OF*

" woooy jarrell " 

Lamunan ku di pecahkan oleh teriakan mia segera aku menoleh ke arah suara itu 

" yah elah B aja doong " 

saut ku agak kesal garagara dia lamunan ku jadi hancur padahl mash banyak gambran gambaran indah di atas kepala ku

" hehe sory , yo ke dapur kitakan dapat jadwal masak hari ini buat saur anak asrama " saut mia

" yampun hampir aku lupa , ya udah ayo skarang cabs "  

 " eh betewe emang lo lagi ngapain di sini? tumben sendirian lagi "

 tanya mia , emang ahir ahir aku lagi suka main di depan asrama al madani karna menurut ku dari tempat ini pemandanganya sangat nyaman

" suka aja di sini cuacanya bikin nyaman " 

jawab ku

" lo gak takut emng? , di lorong lorong sana kn klau malam dikit suka horor, gue aja tadi lewat agak merinding , karna gue butuh loh buat bantuin masak, yah udh mau tidak mau " 

mia emng sedikit penakut  kadang dia suka jail nakut nakutin orang padahl dia sendiri lebih takut , jam 10 malm di asrama ini emang suka sepi paling ada lah satu dua orang lewat . bagi ku maslh hantu hantu macem gtu cumn mitos

 " takut , itu sh eloh yg penakut gue B aja , lagian hal yang paling horor buat gue bukan hantu,pocong,kuntilandak, tapi ... " 

aku menjeda , mia menatapku penuh penasaran

 " tapi apaan?" Tanya mia ,      

  "..... klau dia ninggalin gue mi , serius gue takut banget "      

 " yah elah si kerad dasar malah baperan kirain gue apa  , , " 

" hehe  bukn baper tapi laper mi hehe " saut ku " ya udah makn sono klau laper , ah lemot luh ah yo masak yu tr tinggal ridur " 

mia menarik tangan ku dan berlari menulusuri lorong asrama

 " B aja dong mi lo lari kaya maling ketauan warga " 

mia menoleh ke arah ku langkah kakinya mulai normal

 " maling mata lo peang klau tadi di sana ada setan gimna dodol ? Gue lagi males ketemu setan rell males kenalanya gue "    

    " haha emng lo sering ketemu setan ? "   

    " sering ! tadi siang gue ketemu sama mantan "  

   " yah elah si kerad, mantan di bilang setan , berarti kmaren kmaren lo pacaran sama setan dong "              

   " emang !!!!!" Lalu  keduanya tertawa , 


~~~Miafov~~~

Suasana asrama malam ini masih sama seperti biasanya. Dan karena skrg adalah bulan puasa suaara suara lantunan ayat suci lebih sering terdengar dari pada suara ribut tidak jelas yg biasanya dihasilkan dari bercandaan santri2 yg jail. Setelah selesai melaksanakan shalat traweh kami biasanya menunggu waktu untuk memulai ngaji kitab atau yg sering kami sebut ngalogat itu dengan jajan jajan sambil ngobrol2, atau mereka santri yg rajin biasanya memanfaatkan waktu itu dgn membuka al quran, tadarus tentunya. Memangnya apalagi? Sayang jika waktu senggang tersebut hanya di habiskan untuk mengobrol tdk jelas, ahh itu hanya pemikiran orang2 rajin saja, tdk dengan aku dan jarrel. Haha jangan di tiru ya teman teman. Sopi, hikmah , bety dan dija juga tidak berbeda dgn aku dan jarrel, mereka memilih untuk menunggu lonceng berbunyi dgn jajan. "Ke warung yuk, jajan " sopi memecah keheningan. "Ayok pi tapi aku nitip ya " hikmah menyahuti ajakan sopi. " nitip juga pi " tambah dija dan bety berbarengan membuat mata sopi membelalak. Sudah menjadi kebiasaan memang, pengen jajan tapi malas kebawah. Dan akhirnya nitip. "Kebiasaan ah nitip nitip, turun lu pada" sopi menolak dengan judesnya. "Kali kali pi kita nitip lagian ga banyak ko, cuma es 5 baso nya 5 sama jajannya 5" tambah jarrel yg diikuti oleh tawa kami yg membuat sopi makin geram. "Gua tunggu di bawaah hahaha" sopi malah menutup pintu tanpa menghiraukan permintaan kami. Kami hanya melongo dengan sedikit kekecewaan karna akhirnya mau tdk mau harus turun ke bawah. "Telpon aja bi titin nyaa bet, suruh bawain makanan biar kaya kfc delivery delivery gitu hahah" bisik ku pd bety. bi titin adalah nama si pemilik warung asrama. Bety hanya tertawa dan menyenggol lengan ku. " ide bagus tuh" hikmah antusis dengan ide bercanda ku. "Iya hallo bi titin? Ini dijaa aku mau pesen makanan boleh ya, baso 4 sama essnya 4 ya bi di tunggu di lantai 2" dengan modal sisir kepunyaan bety, dija memperagakan seperti sedang memegang handphone dan berdialog beneran ala ala konsumen kfc yg di akhiri dengan tawa dan lemparan buntelan kertas dari hikmah. "Gorengan angetnya juga jangan lupa di bungkus yaa bi, tapi itu tolong kenangannya dipisahin jangan sampe campur whahah" " susah emg kalo ngomong sama anak gagal moveon, kenangan melulu bahasnya" jarrel ikut melemparkan anduk yg dipegangnya ke arah dija. Dija hanya melengos dan terbahak. " jangan kebanyakan drma lu pada , yaudah yaudah turun semua ayok no nitip nitip klub" bety berdiri yg di ikuti dija dan hikmah. "Bentar bety, bentar lagi juga bi titin ke atas bawa basonya tunggu aja depan pintu hahaha kan uda gua telpon " dija meyakinkan seakan2 telponnya tadi beneran. "Aduh kaki gua lemes banget ini" jarrel mengelus2 kakinya seakan2 dia memang sedang merasakan sakit. " gabisa jalan bety, gua nitip yaah" jarrel mengedip2kan mata sok cantik dan so imut yg demi apapun membuatku mengucapkan kata amit2. "Yang mana yg sakit rel? Sini gua pijitin Hahaha" kataku sambil mengelus2 kaki jarrel "Gua nemenin jarrel aja ya kasian dia kalo sendirian takut tiba2 struk kan repot entar" aku menyengir sambil memberikan uang duaribuan kepada dija yg di sambut dengan tidak asik oleh dija. "Naaah ini nih" hikmah menggelengkan kepala " alesan melulu huh aku benci kamu ". "Ah dasar " bety menutup pintu di ikuti dija dan hikmah sambil mengoceh apalah itu karena suaranya mulai menjauh. Aku dan jarrel hanya terbahak. Merasa berhasil memenangkan perseteruan tak penting ini. "Mi hujan deh kayanya" jarrel mengintip ke jendela kamar kami memastikan. "Masa sih?" Aku kurang yakin karna semenjak tadi pulang traweh langit masib bagus2 saja dan sekarang hujan. "Eh ko iyaa sih?" Aku ikut mengintip ke jendela mengikuti jarrel. "Masa hujan lagi, skrg gua yg baper nih rel haha" kataku sambil kembali duduk, jarrel mengikuti. "Emang lo punya kenangan apa pas hujan? Palingan juga pas lo ujananan dimarahin nyokap trs skrg baper gitu?" Tebak jarrel. "Gua baper bermutu kali rel, ga kalah sweet sama cerita lo kemaren

aku tak mau kalah.

" hahaha coba ceritain"

Aku mulai menceritakan dengan rinci.

Sore itu memang sedikit mendung saat aku dan zidan memasuki daerah dimana warung2 pinggir jalan mendominasi tempat ini. 

Tidak lama kemudian gerimis mulai turun membentuk bintik2 kecil pada kaca helm ku.

" gerimis dan" aku mulai panik, aku memang tidak biasa berada di luar rumah saat gerimis atupun hujan.

"Bentar lagi juga berenti ko, gausa panik aku gabakal biarin kamu keujanan my Queen" suara lembut zidan menenangkanku.

Aku hanya tersipu malu di belakang punggung zidan dan mempererat tangan ku yg melingkar di pinggang lelaki yg sedang mengemudikan motor antiknya didepan ku ini. 

Rasanya tenang saat bersama zidan, bahkan saat hal yg aku takutkan terjadipun aku tetap merasa aman selama itu bersama zidan.

Perlahan gerimis berganti hujan, aku semakin panik.

zidan hanya menenangkan aku dengan banyak kata2 yg membuat aku malah semakin panik.

"Aku gamau keujanan dan, aku takut ujan" aku memukul2 punggung zidan seperti anak kecil yg meminta permen pd ibunya.

"Tenang aja kan ada aku, my king nya kamu hehe" zidan hanya terkekeh dengan candaannya yg hanya membuatku merasa lebih panik.

"Kenapa ga neduh aja sih dan, nanti kita bisa sakit" aku terus mengoceh sedangkan zidan terus melajukan motornya tanpa menjawab pertanyaanku.

Aku menyapukan pandanganku, kita sudah berada di atas bukit, tidak ada pepohonan apapun disini selain pohon besar itu. Disini penjuru kota terlihat muram, karna kabut dan air hujan memperpendek jarak pandang. Tapi bisa aku pastikan jika tidak hujan tempat ini pasti sangat indah.

"Hujan ga bakal nyakitin kamu ko mi, dia turun buat banyak alasan" tiba tiba zidan memberhentikan motornya tepat di bawah pohon yg aku sebutkan tadi, hujan semakin besar dan dia malah berhenti, dibawah pohon pula.

"Turun yuk ujannya uda mulai deres" zidan menuntun ku untuk turun dari motornya, sdngkan dia sudah turun terlebih dahulu.

"Kamu mau neduh di bawah pohon ini? Please dan ini percuma kita uda basah dari tadi" aku mengernyitkan dahi tak mengerti.

"Ayok, turun aja dulu"

Aku berdiri di samping zidan tepat di bawah pohon besar. Baju kami sudah basah kuyup sekarang.

aku hanya menutup wajahku dengan tangan kecilku.

Zidan membuka helm dari kepalaku, dan menyimpannya di kaca spion motornya.

"Apasih yg kamu takutin dari hujan?" Zidan membuka tanganku yg masih menutupi wajahku.

Aku hanya menghindar, aku takut sekali pda hujan, entah kenapa.

"Gapapa dia gabakal nyakitin kamu, ada aku disini, kalo dia pukul kamu aku bakal pukul dia hhahaha" zidan memperagakan gerakan kuda2 seolah dia sedang menantang seseorang untuk bertanding. Zidan berhasil membuatku tertawa dan tanpa sadar aku melepskan tangan dari wajahku.

" gapapa kan?" Zidan memegang kedua bahu ku meyakinkan. Zidan melepaskan bahuku membiarkan aku menikmati dinginnya tetesan bening milik awan ini.

Not Bad, ini tdk seburuk yg aku bayangkan dulu. 

Tidak sedingin yg aku pikirkan. 

Aku memejamkan mataku merasakan air mengalir dari shower tanpa pipa ini. Hujan seakan membawa rasa takutku ikut mengalir dengannya, aku merasa nyaman sekarang.

"Ga seburuk itu kan?ini indah mi " zidan menggerak2an kedua tangannya yg terlentang, seperti ingin menangkap tetesan ini dengan genggaman tangannya. Bodoh. Haha aku mengikuti gerakan zidan melentangkan tangan ku di samping dan memutar2kan badan.

"Ini hujan pertama ku, terima kasih zidaaaaaan my king is idiot aaaaaahahaha" aku berteriak kencang dengan tawa lepas.

"Queennya juga ga kalah bodooooooh hahaha" zidan berteriak dan tertawa.

Iya diatas bukit yg berkabut, dibawah pohon besar dilengkapi hujan deras. Kami seperti org gila. 

Saat org lain mencari tempat berteduh kami malah membiarkan tubuh menggigil.

Tawa kami mulai mereda. Zidan memelukku dengan lembut.

"Hujan akan turun buat banyak alasan, tapi mencintai kamu itu gak perlu alasan sedikitpun , Aku mencintaimu" bisik zidan. 

"Aku mencintai hujan" bisik ku pada zidan.

"Loh ko hujan jadi PHO sih" bisikan zidan membuatku terbahak 

Aku tidak lagi takut hujan, bisa jadi aku menyukainya sekarang.

Air hujan yg turun dari ranting ranting pohon besar ini turun tepat di kepalaku membuatku membalas pelukan zidan.

Aku mulai sedikit terbiasa dengan dinginnya air hujan, kaki ku yg terrendam oleh genangan air pada rumput rumput disini ku biarkan saja dia mendinginkan kaki kecilku.

Zidan melepaskan pelukannya, menatapku. 

"Jadi, nanti kamu boleh kok inget aku pas lagi ujan" zidan tersenyum manis, sangat manis.

"Sekarang aku tau alasannya kenapa kamu suka hujan" aku duduk di atas rumput yg ku injak tadi.

"Aku cuma suka sama hujan yang dilengkapin kamu, bukan hujan yg di lengkapi petir2 haha" zidan duduk disamping ku. 

Aku hanya ikut tertawa mendengar kata kata zidan.

Kami terdiam, sama2 menikmati dinginnya air yg membasahi tubuh.

Zidan mendekatkan wajahnya pda ku.

"Ini hujan ku yang paling indah, kamu menjadi pelengkap disetiap tetesnya, stay with me, please" suara zidan nyaris berbisik.

Aku melihat wajah zidan yg sedikit pucat, dia menatap lurus pada kabut2 yg menutupi pemandangan bukit ini.

"I'am stay here for you zidan, as always"

"Aku ga takut lagi hujan, yg aku takut adalah hujan yg turun tanpa kamu disisi aku"

aku menyandarkan kepalaku pada bahu zidan, menikmati setiap tetes air hujan yang jatuh di wajahku melalui ranting dan dedaunan pohon ini.


Off.

" nih basonya, gak kepedesan ko" dija menyodorkan dua mangkuk baso milik ku dan jarrel.

diikuti dengan teman yg lain yg juga sedang menenteng mangkuk baso milik mereka.

Baru saja bety akan menyuapkan baso kedalam mulutnya, dan bunyi bel pun terdengar. 

Menandakan ngalogat akan segera di mulai.

"Mati mati mati" hikmah mulai panik menelan baso yg baru saja selesai di kunyahnya.

"Ah kelamaan sih kalian, jadi keburu ngalogat kan" jarrel buru2 menyuap kan baso ke mulutnyaa, karna ini mubadzir, kalau di makan nanti rasanya pasti berubah.

"Elu tuh ya uda nitip, komen komen lagi " sopi nyerocos.

Aku hanya terbahak sambil sesekali meniup basoku dan menyuapnya.

"Ayok buruan ah tinggalin aja dari pda pintu majlisnyaa keburu di kunci kan" dija beranjak dari duduk nya mengambil kitab dan berlalu.

" eh tunggu dong sayang ini baso kalo dingin ga enak" teriak ku pada dijaa yg sudah di luar kamar.

Baso sudah setengah mangkuk, kami berniat untuk segera ke majlis, karna kami bisa kena hukuman kalau telat

Saat kami tiba di depan asrama, kami kebingungan, ini hujan. Bagai mana ini?

Tiba2 bety pergi ke arah belakang dan kembali dengn membawa payung yg berukuran cukup besar.

"Payung siapa itu bet?" Sopi tdk kalah heran dengan kami.

"Punya bi titin, pake aja dah dia galiat gua yg ngambil hahaha" tawa bety meledak 

Payung ini tdk muat untuk 5orang, Tapi apa peduli, bety memegang kendali dan kita hanya berebut tempat agar tidak basah terkena air hujan.


____jarrellfov___


Jarak dari Asrama ke Mejlis emang dekat tapi baju yang ku pakai sedikit basah , ternyata rebutan payung bareng Mia,Bety,Hikmah,Dija, Sopi tidak berhasil , aku lebih baik mengalah dari pada kena semprot mereka ,konyol memang satu Payung berlima harusnya Bety tidak usah ambil payung Bi Titin kan adil bila keujanan semua, memang sih tidak hanya aku yg bajunya sedikit basah anak anak Santri yang lain juga sepertinya sama , untung saja Kitab yang aku bawa tidak kena air hujan ,


" oke masuk pintu sebelah kiri..taro Sendalnya di sini kalau sbelah sana suka ada yang pake suka sbel gue " 

celetuk Dija , ada benarnya juga apa yang di katakan Dija naro Sendal seblah sana suka ada yg pake istilahnya gosab, mau tidak mau pulang ke Asrama harus nyeker, teradisi ini memang sangat di larang oleh guru guru yang ada di sini tapi tetap saja yang namanya manusia suka ada salahnya , 

" iklasin aja kale cuman sendal  jepit skyway " timpah sopi 

" gue aja sendal ando yg kmaren ilang biasa aja dih " saut ku 

" yaelah gak tau sh gue beli sendal itu di mana ? Nih yah yg sbelah kiri gue beli di Dubai yg sbelah kanan gue beli di London " 

" bodo amat laah mau beli di Papua di Korea ke bodo amat Dih yang jelas sekarng ayo buruan masok loh malah halangin jalan kita " semprot Mia , memang sedari tadi dija hanya diam di pintu sambil ngoceh sendal jepitnya yg hilang , Dija hanya nyengir dengan tampang muka so imut, ah ingin rasanya ku menelan dia bulat bulat


Ketertiban anak anak Santri membuat suasana mejlis cepat terisi penuh dan aku merasa nyaman bila berkumpul di dalam mejlis bersama mereka untuk belajar dan memahami kitab , pemandangan yang sangat indah sekaligus nyaman buatku , aku tersenyum dan mensukuri semua kenyaman di bulan Ramadhan ini , bersukur karna masih bisa di berikan waktu untuk melakukan hal hal yg baik dan memperbaiki diri, menghabiskan waktu bersama teman teman selama Bualn Ramadhan ini berlangsung hampir tiap hari buka puasa bersama saur bersama teraweh bersama tadarus bersama ,sungguh  ini kenangan yang sangat indah dan tidak akan terlupakan sampe kapan pun


, dan yah pemahaman kitab untuk malam ini selsai sampe jam 11 malam , segera anak anak santri kembali ke Asrama ,


" baso masih enak di makan gak yah ? " sautku " kalau lu lapar rasanya pasti enak rell " balas Bety yg jalan di sbelah ku , 

" si jarrell tiap malam emang suka kelaparan bet" timpal Hikmah , segera ku melayangkan pukulan ke arahnya 

" oke oke okeh stop bukan hanya jarrell tapi kita semua...memang...suka kelapran " kata sopi 

" gue sh enggak yah pi " saut mia membela diri,

" udahlah jangan banyak ngomong cepetan jalan siapa tau basonya masih anget " kata Dija dengan jalan yang tergesa gesa seolah ia berharap kalau baso nya masih anget ,


Sebelum aku menaiki anak tangga karna kamr ku berada di lantai dua terdengar teriakan bi titin

" santrii siapa yang ambil payung bibi ?? " seketika kami menoleh ke arah suara itu 

" naah bet lo kan yg tadi bawa payung bi titin " kata Mia 

" laah iyah tapi yang pake gak cumn gue kalian juga " 

" naah skrng payungnya manaa ? " tanya sopi

" gue tinggalin di mejlis hehe " jawab bety dengan tampang muka tidak ada rasa bersalah dan senyumanya yang garing

" santrii santrii liat payung bibi gak di sini " 

Terdengar teriakan bi titin untuk yang kesekian kalinya 

" gue gk mau ikutan yah bye gue masuk kamar duluan " kata ku di susul dengan langkah kaki Mia,Hikmah,Sopi dan Dija , tinggalah bety sendiri dia harus bertanggung jawab atas pengambilan payung tanpa ijin itu....

~~~~~~~

Jam sudah menunjukan pukul 10 pagi tapi anak anak santri masih kebanyakn tidur ma,lum semalam begadang mengahiri pengajian ngalogat istilahnya namatken , mulai dri jam 10 malam sampe jam 1 dini hari, belom lagi masak untuk shaur, di lanjut patrol di jam 4 dini hari ,lalu panjut lagi dengan  solat subuh berjamaah langsung tadarusan sampe jam 9 pagi , jadi wajar saja jam 10 skrng ini anak anak santri masih tidur mungkin mreka kelelahan , aku terbangun karna matahari memasuki celah celah jendela kebetulan aku tidur di paling pojok bawah jendal dapat kulihat Mia,Dija,Sopi,Bety, masih terlelap dengan selimutnya , Hikmah tidur tengkurep dengan murkah masih nempel di tubuhnya mungkin saking lelahnya dia tidak sempat membuka murkah , pelan pelan aku bangun karna rasa sakit di perut ku mengajak untuk pergi ke Jamban , dalam kesunyian Asrama Al madani ini masih terdengar lantunan ayat ayat al qur'an mungkin mreka anak santri yg meluangkan waktu istirahatnya dengan membaca al qur'an dri pada tidur

, diam diam aku mengagumi merkea,

  " yah elah barusan sendal di taro di sini deh udah ilang lagi capedeh " karna rasa sakit di perut ku benar benar tidak bisa di tahan ahirnya aku tidak menghiraukan sandal ,


" bangun bet solat juhur yuuu" kata Mia 

Sambil mengoyang goyangkan tubuh bety , lalu menghampiri Sopi " pi buruan napah bangun " tagan kiri mia menggoyang2kan tubuh Dija "Dih cepetan bangun jam 12 niih " tangan kanan mia memukul mukul paha Hikmah "kenapa pada keboo sh " dalam hitungan menit lalau ke empat cewe itu bangun dengan mata masih mengedip ngedip untuk memastikan kalau dirinya benar benar bangun , 

" ya allah puyeng sih " kata Sopi sambil berdiri 

" samaa duuh masih ngantuk jam berapa sh " keluh Bety 

" duh helaa ko lapar siih " saut Dija 

" bulan puasa Dijaaaaaa " jawab Hikmah sambil melemparkan bantal 

" cepetan bangun.....eehh

jarrell kemana ? ,apa udh ke mejlis " lanjut hikamh 

",ah tumben tumbenan tu anak rajin "saut Mia


Aku tergesa gesa memasuki kamar asrama 

Dapat kulihat kelima cewe itu sudah bangun padahal terahir ku lihat mreka masih pada kebo apa selama itu aku bolak balok jamban

" pi lo punya kayu putih gak gue sakit perut dri tadi gue bolak balok jamban ya ampun sampe lelah gini " kataku 

"Gue kira udh ke mejlis solat juhur berjamaah..... Bntr deh gue cari dlu kayanya ada " kata sopi sambil mengaduk ngaduk tas kecilnya,

" ya udah kalian duluan aja nanti gue nyusul deh " kataku pada mreka karna sepertnya mreka menunggu ku dan sopi


"Tuuukaaan ilaaang lagiii " teriak dija 

" makanyaaa gue bilang juga apa jangan naro sendal di sono masukin ke dalem biar aman haha " kata Mia sambil ketawa karna raut muka dija saat itu benar benr bete , 

"Pake aja dih punya gue , tapi inget jangan sampe ilang lagi soalnya baru aja ketemu di jerambah bawah " kata ku , karna aku tidak tega melihat rauk muka dija,  sandalnya yg dia beli di dubai dan london nya hilang bukanya hilang sh cumn sepertinya kena korbam gasab ,


------


ini hari ke 15 di bulan ramadhan begitu banyak hal hal yg di alami selama 15 hari ini  dan ini spertinya hari terahir buat ke 6 cewe cewe yang jadi pemeran dalam cerita ini , terahir buka puasa terahir sahur bersama dan terahir taraweh bersama mungkin mreka bakal di pertemukan di bulan ramadahn taun depan #amin 


Hari terahir ini menurut ku rasanya sangat beda ingin rasanya aku tinggal di asrama ini selama 30 hari tapi ada keluarga di rumah yg menunggu ku untuk pulang untuk sahur bersama buka bersama , di sisi lain aku juga merasa betah di sini karna banyak teman teman yang menjadi sahabat terbaik , tapi mreka juga tidak selamanya di sini merka juga harus pulang , dapat kulihat Mia sedang membereskan pakaianya 

Bety sedang mengangkat jemurannya ,

Sopi tak kalah sibuknya dengan mia 

Hikmah merapihkan bukubukunya lalu satu persatu di masukan kedalam tasnya untuk di bawa pulang 

Sedangkan dija entahkenapa dri tadi dia hanya bengong , lalu aku menghampirinya 

" pakaian lo udh di beresin dih " tanyaku

" belom...  " jawabnya tanpa menoleh ke arahku

" ya udh beresin lo mau pulang gak ? " 

" gue gak mau pulang masih pengn di sini " jawab dija seketika Mia Sopi dan hikmah menoleh ke arah dija 

" yakin dih lo gak bakal pulang ? " tanya hikmah penasaran 

"....... kalau gue minta sama kalian bisa gak jangan pada pulang sampe tanggal 20 aja 25 juga boleh.....gue masih betah di sini...gue masih pengn tidur bareng kalian....

buka puasa bareng kalian... taraweh bareng kalian kalaupun kebanyakn becanda.... saur bareng kalian kalaupun suka kesiangan.... jajan bareng kalian kalaupun kebanyakn suka nitip ke gue , gue masih pengn di sini tapi gak mau sendiri  !! gue pengn kalian juga di sini , gue juga kangen rumah...tapi setidaknya untuk sekarang gue pengn bareng kalian "

Kami hanya terdiam mencerna apa yg di katakan dija ,perasaan ku saat ini persis sama seperti dija , pulang ke rumah emang hal yg di tunggu tunggu oleh anak anak santri ,tapi jujur saja aku juga masih pengn di sini,

" ya udah kita jangan pada pulang aja gimana ? jemuran gue belom pada kering nh " saut bety entah dri mana tu anak muncul untuk memecah keheningan ini , padahal tadi dia msih di bawah angkat jemuran , Mia,sopi dan hikmah masih mencerna apa yg di katakan dija merka masih berlarut larut dengan pikiran mereka masing masing karna dija meminta mereka untuk menetap di asrama lebih lama sedangkan mereka sudah merapihkan semuanya untuk di bawa pulang ,

" oke gue gak jadi pulang, nanti aja  tanggal 20 " saut ku karna  aku sama dija satu pemikiran

" naah seriusan loh yah awas kalu boong " kata bety lalu duduk di sbelah kiriku 

Dija masih menatap ke arah Mia,sopi dan hikmah  meminta jawaban atas permintaanya , " oke gue gak jadi pulang " kata Mia

" yaah sopi juga gak jadi pulang " tambh sopi

" kalian pada di sini masa gue pulang sendiri , ah gk asik , oke gue gak jadi pulang " jawab hikamh , 

~~~~~~~

Aku masih temotivasi sama kata kata ini

MASA MUDA MU SEBELUM MASA TUA MU  

Buat ku masa muda bareng teman teman sangat berharga membuat kenangan kenangan yg indah bersama mereka yang akan di ingat suatu saat nanti yang akan kurindukan suatu saat nanti dan pakta teman adalah segalnya pakta teman adalah sebagian dari keluarga , 

~~~~~~~

Lanjutan untuk cerita ini bahasanya sedikit baku yaaah , banyak yg bilang kurang baik kalau pake bahasa kekikinian , 

~~~~~

Di siang hari ini aku menghirup udara yang sama , udara daerah Bogor yang sejuk dan nyaman setiap harinya diam diam aku merasa bangga di lahirkan di kota bogor ini , terkadang cuaca Bogor dingin ,dingin banget kadang panas panas banget , dua Musim itu emang sangat cocok buat orang Indonesia , coba bayangkan bila di Indonesia terdapat musim Salju ooh no aku yang membayangkanya saja sudah  tidak kuat , bagaimana tidak !  Musim Hujan yang biasa biasa aja rasanya udh sangat menusuk ke kulit apa lagi kalau Musim Salju yng kebanyakan air es ,memikirkanya saja aku merasa kedinginan benran 


Tapi cuaca hari ini sangat cerah tidak ada Hujan atau Awan gelap apa lagi Salju

yang ada hanya langit biru dan Matahari yang bersinar dengan cahayanya yang tidak terlalu panas kebetulan masih jam 10.00 

angin yang berhembusan kesana kemari mengoyangkan setiap ranting pepohoan yang menimbulkan rasa sejuk, membuat rasanya semakin nyaman untuk bernapas, aku mensukuri semua nikmat Tuhan yang tidak ada tandinganya ini ,


langkah kaki terus ku pijakan menuju Taman Sempur Bogor , kebetulan hari ini aku mau berkumpul bersama teman teman Asrama, sudah 4 minggu aku tidak bertemu mereka terahir aku bertemu pas bulan 

Ramadhan sekaligus menghabiskan waktu bulan Ramadhan ku di sana bersama mereka , tadinya kita emng ada janji pas hari Lebaran bakal berkumpul tapi teman yg lain banyak kesibukan ,aku ma,lumin aja di hari lebaran emang semua waktu di pake untuk berkumpul atau berlibur bersama keluarga 

apa lagi aku dan mereka tinggalnya beda beda daerah, sangat sulit untuk mengatur waktu untuk bertemu saat itu, 


Dan sekarng

Dapat kulihat mereka sudah berkumpul di Taman Expresi Sempur

langkah kaki ku sedikit berlari

rindu ku untuk mereka ternyata sangat besar karena  mereka adalah orang orang terhebat dalam hidup ku yang berjuang bersama ,melengkapi kehidupan ku di Asrama saat jauh dengan orang tua 

melawan rasa ngantuk saat pengajian kitab dengan becanda  aahh berkat mereka aku juga tau apa itu perngorbanan seorang teman , di saat jauh dengan orang tua ada mereka yang siap menemani dan mendengar keluh kesah ku di Asrama memberi solusi terbaik , merawatku saat sedang sakit , 

Mia,Dija,Hikmah,Bety dan Sopi mereka adalah orang orang terhebatku ,


Saat jarak sudah dekat 

" asalamualaikum ukhti ukhti yg cantik minal aidin walfaizin " 

Salam ku manis kepada mereka  ,

"Aaaaaaa walaikumsalam "

seketika mereka histeris dan memeluk ku satu sama lain untuk melepas rindu ,

" ya ampuun Rel gimana kabr mu? " tanya Mia

" baik aja ko Mi , kamu sendiri gimana Mi " 

" aaah baik juga Rell , " 

" nunggu lama yaah maap yah ,"kataku

" enggak ko kita baru aja sampe " saut Hikmah


" ok Rel kalau kamu nanya kabr ke aku. ,aku baik baik aja , ngerasa lebih baik malah " kata Dija dengan hebohnya 

" iyah Rel ,kalau nanya kabr Sopi juga baik ko ,Bety dan Hikmah sepertinya baik baik aja cuman Hikmah sepertinya sedikit ingusan liat aja dri tadi dia pegang tisu mulu , Mia juga sepertinya kurang sehat ya Mi eh apa kurang perhatian Mi " lanjut sopi sedikit membuly Mia, Mia mencubit pipi Sopi dengan gemasnya 

" perhatian yang seperti apaa maksudmu Sopi, kalau ngomong suka bner deh " 

" ah kalian mudah2an kabr kalian selama sebulan ini baik baik aja , kangen akutuuuu, kangen jajan d warung Bi Titin kangen mukul mukul ember  sambil nyanyi nyanyi gak jelas aaaa pokonya kangen semuanyaaa... eeh btw selama lebaran  kemaren ,kalian ke mana aja?  pasti da pada liburan yaaah ?? " tanya ku 

" duh helaaa ,aku gak niat liburan ko Rel cumn main maain aja....ke liling dunia haha" jawab Bety di susul dengan tonjokan Dija di tanganya

" njir keliling Dunia , ngapain ke liling Dunia jualan seblak ?  " komen Dija, tawa kami sketika meledak

" jualan Bakso dija Baksooooooo, rese deh " balas Bety

" hhmm kalau aku sh hmmm gk jauh jauh ko cumn ke Paris London dan Korea " saut sopi dengan muka so manis nya , aah menggemaskan sekali ingin rasanya aku menjitak nya tapi dija yang menjitak dia duluan 

" ke London , ah paling cumn jualan dodol haha terus ke Koreanya naik ojek yah pi " komen dija lagi

" iyain aja deh kalau engga suka rese ni anak" balas Sopi 

"Hmmm kalau aku sh cuman ke rumah sodara terus kerumah kakek nenek terus abis itu gak liburan kmna mana  " kata mia dengan jujurnya 

" idih idih gk ke mana mana? , kmaren abis main bareng doi itu gak ke mana mana emng Mi"

lagi lagi dija yg komen

" yah ke mana mana sih , perlu Mia ceritain nih kan kalau di ceritain kasian yang jombs upss hhehe " 

" ckup ckup gak usah di ceritain , aku gak sanggup " saut ku 

" duuh aku ke mana yah lupa lagi, soalnya kebanyakn tempat  ? Sebutin jangan nih " saut Hikmah 

" oh jangan jangan kalau gtu , dengerin cerita aku aja  ....  kalau aku sh gak liburan gak main cuman silaturahmi doang tapi silaturahminya sangat berkesan...silaturahmi ke .....rumah calon Mertuaaa aaaaaaa seneng banget , ya ampuun pada baik baik keluargnya aduuh ,waktu itu muka ku sampe berubah ke tomat tau aaaaaa saking malunya aku di sana" jawab dija dengan hebohnya , sebenarnya ini krik sih cumn kita tawain aja biar dia seneng hahaha

" kenapa gak skalian aja jadi tomat dih tanggung amat itu , kan biasanya kamu, sukanya malu maluin haha " timpal Mia , Bety,Hikmah Sopi dan aku hanya tertawa ,


~~~


Hari ini benar benr HappyFun bareng mereka jalan jalan keliling taman Sempur  poto bareng ,makan makan di tempat terdekat ngomongin hal hal ga jelas yang nyangkut semua tentang di asrma ,gigi ku sampe kering kebanyakn tertawa 

, sangat hambar memang kalau berkumpul gak pake becanda dan rumpian, saking asiknya becanda bareng mereka sampe lupa waktu , 


Mungkin ini saatnya aku akan memberitau mereka soal apa yany di katakan ayah minggu kemaren , 

" ok gusy seblumnya aku bilang makasih sama kalian udh mau nyempetin waktu buat berkumpul  dan tentunya udah mau jadi sahabat ku di asrama aku udh gk kebayang hidup ku di sana kalau gak ada kalian apa jadinya....dan aku mau bilang maksih sebesar besarnya sama kalian karena saat aku sakit kalian yg merawatku di sana , saat aku sedih kalian yg memberiku senyuman ,

di saat aku rindu rumah kalian juga yang menguatkan untuk bertahan, mungkin waktu bulan Ramdhan adalah terahir kalinya aku di sana......"


" tunggu tunggu , terahirnya kalinya ? Emang kamu mau ke mana Rell ? " potong Sopi 

" aku....mau pindah mondok pi " jawab ku antusisas karna takut mengecewakan mereka 

" haaah ke mana ? Jadi gk di asrama kita lagi ? " tanya Dija

" ya ampun Rell knpa harus pindah sih apa kita bikin kamu gak nyaman " tambh Hikmah

" apa kita ada masalah rell , sampe kamu mau pindah? " saut Mia

" kalau ada maapin kita rell , jangan pindaah yah "lanjut Bety , 

Jujur saja aku tidak mau pisah bareng mereka waktu yang ku habiskan berasma mereka sangat lama , banyak sekali kenangan kenangan yang gak bisa di lupain begitu saja bareng mereka 

" kalian sama sekali gk punya salah ko , kalian yang terbaik...." Jawabku

" teruus kenapa mesti pindah rell " tanya Bety

" ini kemauan Ayah ku Bet , aku gak bisa bantah ..... " yah minggu kemaren ayah bilang kalau aku harus pindah mondok ke bandung , katanya memperluas wawasan dan pengalamanan , tadinya aku ingin sekali menolak tapi ini kemauanya , sebagai anak aku hanya menurutinya lagian ini juga demi kebaikan ku sendiri

" emang pindahnya ke mana Rell kalau mash deket kita masih bisa ketemu kan kalau ada pertemuan pertemuan komintas santri salafi kalau tidak di hari besar lainya " tanya Hikmah

" hmmm gak jauh ko , aku pindah ke bandung, tentu saja kita bakal ketemu kalau ada hari besar dan pertemuan Komunitas aku bakal nyempetin waktu buat ketemu kalian " 

" sedih aku Rell nanti gak ada yg minjemin aku sendal lagi dong kalau kamu gak ada " kata Dija sambil memeluk ku 

" makanya lain kali naro sendalnya jangan sembarangan ok " 

Seketika Mia,Sopi,Hikmah dan Bety bergantian memeluk ku ni benar benar hari terahirku menghabiskan waktu bersama mereka  rasanya sedih hrus meninggalkan mereka , bendungan air mataku ahirnya jebol saat merka memeluk ku dengan erat seolah meminta jangan pergi , apa aku bakal bertemu dengan teman teman yg seperti mereka? di Asrama Bandung ?, apa cuman mereka yang terbaik aahh sungguh berat perpisahan ini,

" kenapa gak ngasih tau kita dri kmaren rell kalau dadakan gini kan udah kaya tau bulat " kata Mia, 

" hehe hm iya kali tau bulat Mi , aku pengnya langsung mi kmaren sbnrnya pengn bilang di grup wa cumn mnurut ku nanti aja langsung skalian aku minta maap sama kalian "

" kapan berangkat nya  ? " tanya Sopi

" minggu besok pi " 

" jadi skrng terahir kalinya dong kita main bareng ? " lanjut Dija 

" iyah dih , makanya hari ini fullday bareng kalian " 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar