Jumat, 26 Januari 2018

Puisi karangan Sri retna

Laksana Arjuna...
Mengapa panah mu begitu tajam
Relung ini tak dapat menolaknya

Kunci di pintu
Gelap di malam hari
Ombak di lautan
Guntur di langit
Tak dapat menggantikan mu.

Apa salah ku!
Sehingga kau menghancurkan segalanya
Hati ini sudah berubah menjadi kristal
Tak dapat di pungkiri
Jika kau adalah akhir dari segalanya

Ku jaga perasaan ini
Kau balas dengan penghianatan
Waktu ini begitu menyiksa

Jika derita ku adalah bahagia mu
Maka kemarilah...
Tikam hati ku sekeras yang kau mau

Semua perkataan mu sangat manis
Tapi mengapa sulit bagi mu untung melakukan semua perkataan mu
Janji mu hanyalah sebatas janji
Se sulit apakah kau menepati janji manis mu itu?
Hancur-luluh hatiku, ketika engkau berkata kau memlilih perempuan lain.

Jeritan hati ini terdengar hingga langit ke tujuh.
Pepohonan bambu saling berbisik menambah suasana seram malam itu.
Malam dimana kau mengucapkan janji manis mu itu.
Betapa sepi malam ini, betapa sunyi pengharapan ini.

1 komentar:

  1. F*a*n*s*B*E*T*I*N*G Game Bola Online| 5*E*E*8*0*A*F*E :)

    BalasHapus