Jumat, 02 Februari 2018

Asrama punya cerita bagian 2

Keberangkatan ku ke Asrama baru,
sedikit membuat perasaan ku degdegan , perasaan ini persis seperti pertama kalinya aku pergi ke Asrama Al-Madani , degdegan dan takut , tapi Ibu terus meyakinkan ku untuk bisa memenuhi keinginan Ayah , yah aku niatkan karena Allah . 
Jalan yang di lalui Mobil ku ini sedikit lancar tidak ada kendala macet sedikitpun padahal ini jalanan Puncak Cisarua yang tiap hari macet tapi hari ini Alahamdulilah lancar Allah memudahkan ku untuk cepat sampai ke tempat tujuan , aku melihat pemandangan Kebun Teh yang hijau nan indah, jadi teringat waktu dulu aku pernah main ke sini bareng Mia,Bety,Dija,Sopi dan Hikmah sahabat ku  di Asrama Al-Madani, tiba tiba aku kangen mereka padahal kamis kemaren aku menghabiskan waktu bareng mereka ,ah mereka memang sangat menggemaskan , namun ada rasa sedih yg terselip dalam hati ku karna harus pindah mondok dan meninggalkan mereka , apa aku bakal bertemu? dengan teman yang seperti mereka di asrama baru ?  Ah sepertinya mereka tidak ada duanya ,diam diam aku takut , takut tidak memiliki teman di sana , apa aku bakal bertahan di sana , oh Jarel ini masih dalam perjalanan , buang pikiran negatifmu , yakinkan pada Allah kalau kamu ingin berubah menjadi lebih baik , hati dan pikiran ku masih saja berperang melawan ego ,

~~~~
Saat udah sampai di tempat tujuan segera aku turun dan memapah kakiku menuju tempat Pak Kiyai yg memiliki Pesantrenan ini , aku memandang kesekiling tempat ini , keadaanya tidak beda jauh dengan Al-Madani cuman di sini tempatnya sangat luas ,
di sini yang aku lihat hanya pesantrenan Laki Laki , "Pada sepi sh padahal Asramanya gede banget , ah mungkin mereka lagi mengaji " ata ku dalam hati , tak henti henti aku memandang sekeliling tempat ini "tempatnya lumayan bersih dan luas hm tapi di mana asrama perempuanya"  karena aku memang tidak melihat pesantrenan perempuan ,saat hatiku terusan terusan komen soal tempat ini ,tiba tiba bahu ku di tepuk ayah segera aku menoleh ke arah ayah , ayah hanya tersenyum aku tau itu senyuman adalah kode supaya aku tidak terlalu memikirkan sesuatu soal tempat ini , ah padahal aku sedang memujinya

~~~~

" ibu pulang dulu yaah , Ngaji yang bner bner jaga sikap kasar mu , " Kata ibu setelah menemui Guru di Asrama ini ,
Ibu memeluk ku sesaat ,

" Aku gak kasar ko Bu , " jawab ku 

" Kalau kamu ngambek kasarnya keluar makanya ibu minta jaga amarah mu sekesel apapun itu , "

Perasaan takut pun di landa kembali  rasanya seperti aku ini di buang ke negeri orang , ingin rasanya aku kembali ke rumah namun itu tidak mungkin aku berusaha tegar sekuat mungkin karna dulu waktu di Asrama Al-Madani pun perasaan ku seperti itu , aku memeluk Ibu sesaat 

 " Iyah Bu doain aku semoga berhasil yah Bu , aku bakal kangen Ibu sering seringlah datng ke  sini , " 

Mata ku terasa perih saat mengucapkan kata kata itu ,

" Pasti Ibu ke sini ko , jaga dirimu baik baik yah rajin rajin lah selagi di sini "

Ahirnya mata yang tadinya perih pun berair , aku menangis di pelukan Ibu . Dapat kulihat dua orang perempuan menghampiriku

"Asalamualaikum, " kata dua orang itu

" walaikumsalam , " jawab ibu,

 Aku masih menyeka idung ku karna  menangis aku sedikit susah untuk bernapas 

" Maap Ibu seblumnya, ini kan Santri yang baru dateng dari Bogor itu? " kata perempuan yg memakai kerudung abu 

" ah iyah betul neng  " jawab ibu

" ya udah ibu pulang dulu yaah  kamu ikut sama si Teteh ini ke Asrama " lanjut Ibu 

" iyah bu , asalamualaikum " sautku  lalu mencium tangan ibu , 

" iyah walaikumsalam "

 lalu ibu pergi dari hadapn ku jarak ibu semakin jauh dan jauuh ,tinggalah aku dan dua orang santri ini , ok jarrel ini bukan pertama kalinya kamu bertemu dengan orang orang baru , semngat ,aku menyemangiti diri sendiri ,

Ternyata pesantrenan perempuan yang di sini kebradaanya sedikit tertutup ada dipaling belakang jauh lagi dri pesantrenan laki laki pantes saja tadi aku tidak melihatanya ,

Saat langkah kaki sudah dekat dengan jarak asrama , dapat kulihat anak anak santri dengan kesibukan mereka masing masing ada yang jajan sambil ngobrol ada yang menulis ada yng membawa cucian , seketika saat aku melintas di hadapan mereka , mereka tersenyum rama kepada ku , ah mudah mudahn mereka baik baik orangnya, tentu saja di pondok pesantren kan di ajarkan tatak ramah dan perlikau sopan , aku membals senyuman mereka , 

Entah aku di bawa ke mana oleh dua orang perempuan ini , aku terus saja menaiki anak tangga , asrama ini cukup besar ini memiliki 3  lantai dan keadaanya sangat nyaman dan bersih bagai mana mereka membersihkan tempat seluas ini , aku jadi teringat asrama al madani yang memiliki 2 lantai , kebersihanya hampir tiap hari di lakukan , itu pun bersihnya hanya 2 jam , setelah itu kotor lagi lalu di bersihkan lagi oleh bagian kebersihan lainya

Ahirnya dua orang perempuan ini berhenti di depan kamar yang berukuran ckup luas , buku buku yang di tata dengan baik di rak  memebuat keadaan kamar ini cukup rapih dan nyaman , dapat kulihat ada 3 orang santri yang sedang tidur dengan nyengaknya , sampai mereka tidak sadar bahwa ada orang baru di kamar merka , ah iyah orang tidur mana sadar jarel 

" ini kamarnya yaah , maapkan kalau kurang nyaman " kata perempuan yg memakai kerudung coklat ,
Aku hanya mejawab dengan anggukan , jujur saja aku masih malu berada di asrama ini ,
" oh iyah namnya siapa ? " kata perempuan yg memakai kerudung abu
" ah iyah aku aidda zahra  biasa di panggil jarrell " jawabku ,
" oh iyah aku midah panggil aja ndah dan ini juleha panggil aja jule "saut mreka sambil bejabat tangan 

Setelah becakap sama jule dan midah segera aku merapihkan pakian yang aku bawa dari rumah , namun sudah 2 jam in 2 orang yang tadi tidur belum juga bangun , padahal ini sudah waktu asar , aku mengambil handuk lalu kulilitkan di leher ini kebiasaan ku di asrama al madani , padahal santri yang lain hanya memakai sarung jamban sarung yang husus di sediakan untuk ke jamban dan sarung itu harus dalam keadaan bersih, lalu bahunya di tutup kerudung namun aku lebih suka memaki handuk untuk menutup bahu ku , aku ingin sekali membangunkan mereka namun aku malu keberadaan ku baru 4 jam di sini takut mereka bilang yg aneh aneh tentangku, 

" astaagfiruwlooohhh kalian ini tidur udah kaya kebo aja bangun bangun " aku hanya tersenyum saat midah membangunkan mereka dengan cara memukul pantatnya , Dalam hitungan 5 detik 2 orang itu terbangun dan mengosokan mata untuk memastikan kalau mereka benar benar bangun , posisiku masih sama terdiam menunggu orang yang mengajak ku untuk ke jamban bareng , aku belom paham bentul tempat ini 

" kebiasaan sih ngebangunin orang suka mukul pantat tau di sini ada bekas bisul yang belom sembuh" gerutu salah satu dari mereka "kalau gak gitu kalian gak bakalan bangun , malu noh ada orang baru di sini " saut midah sambil menunjuk ke arahku , aku hanya tersenyum kikuk " hai " sapa ku  " lalu ke dua orang itu menghampiri ke arah ku  " hai aku qia " katanya sambil bejabat tangan " aku yana " hari yang tidak cukup buruk buat ku di sini baru aja bbrapa jam aku di sini sudah memiliki 4 teman , yah kamar ini hanya ada aku midah,jule,qia dan yana , tidak begitu sesak menurut ku dan cuaca di sini berbeda dengan al madani di sini cuacanya dingin sialnya aku tidak membawa selimut satupun ,

Malam pertama di sini aku terus mengigil kedinginan berbeda dengan mereka mereka sama sekali tidak kedinginan mungkin aku belom beradaptasi dengan tempat ini

 " qi kamu lapar gak sih " tanya yana                   " enggak aku gak lapar tadikan udh makan nasi yang di bwa si jarrell " saut qia ,              aku hanya mendengar percakapan mereka namun sepertinya aku juga lapar karena tadi aku hanya memakan sedikit.                               " udah malam kalian mau makan apa mending tidur besok harus bangun jam 3 banyak hapalan " kata midah.                                       tiba tiba aku merasa kenyang mendengar hapalan, ah iyah di sini hapalannya banyak berbeda dari asrama al madani , aku harus mengahapal sebisa mungkin ,                               " aduhay asalole hapalan lagi hapalan lagi " keluh qia.                                                                  " ho,oh duh aku udah lelah mendengar hapalan " timpal yana.                                              " ya elah mending balik aja sono kalau gak mau hapalan " semprot midah                              " ho,oh enakan di rumah yan gak ada hapalan " keluh jule "enak enak pala onta bulet , di sini hapalan di rumah di amalkan "semprot midah lagi.  Aku hanya menyimak pembicaran mereka 


1 komentar:

  1. F*a*n*s*B*E*T*I*N*G Game Bola Online| 5*E*E*8*0*A*F*E :)

    BalasHapus