Kamis, 15 Februari 2018

Marah

Sore hari ini aku memang membuat kesalahan , kesalahan kecil menurutku namun di perbesar oleh kesalahan ku di masa lalu , iyah aku menyadarinya karna aku hanya manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan !
Aku hanya ingin di saat aku melakukan kesalahan ada orang yang menegurnya menasehati dengan secara pelan pelan , bukan di kucilkan di omongkan dari belakang , aku tidak menyukainya apa lagi di nasehati dengan bersikap marah , mungkin hari ini perasaanku campur aduk dengan permasalahan ku sehingga rasanya terasa sedikit sesak saat aku bernapas , tapi setidaknya dengan duduk menyendiri di bawah pohon rindang ini rasanya sedikit nyaman , aku benar benar tidak ingin pulang
" haruskah aku bertanya soal keadaan mu "
Segera aku menoleh ke arah suara itu ,
Seorang lelaki melangkahkan kakinya kehadapan ku ,
" kau tidak harus tau  " jawabku karena menurut ku kalaupun aku ceritakan tidak akan ada orang yang akan membela posisiku pasti semuanya menyalahkan ku apa lagi dia ,
" benarkah ? Apa permaslahan mu sangat berat ? Samape kau tidak mau menceritaknya pada ku "
Dia duduk di sbelah kiri ku , aku menarik napas pelan karena jona aman ku sedikit teganggu oleh kedatanganya ,
" apa itu pengting buat mu hah ? " saut ku
Jujur saja aku tidak menyukai sikap nya yang so peduli kepercayaanku terhadapnya sirna oleh kesalahanya dulu pada ku
" tentu saja ! , ceritakan lah aku ingin mendengar lalau memberi mu saran , aku tidak tega melihat mu seperti ini dari kejauhan aku melihat mu seolah kau sangat membutuhkan teman ,dan aku bisa kau jadi kan teman mu , " aku mendengus yang kesekian kalinya
" udah lah jangan so peduli terhadap ku , kau hanya kasihan lalu kau berteriak dalam hati kalau kau merasa senang melihat keadaan ku seperti ini " dia hanya terdiam mencerna apa yang ku katakan lalu dia menoleh ke arahku dan menatap semua sudut pandangku
" apa kau masih marah pada ku ? " tanya dia dengan mata yang melekat menatap mataku
" tidak "
" lalu kenapa kau begitu benci pada ku , kau terus saja mengabaikan ku , setidaknya jika aku tidak menjadi kekasihmu jadikanlah aku teman mu  setidaknya perasaan ku sedikit senang bila kau menggapku sebagai teman ,apa itu salah buatmu " aku menatap matanya mencari kebohongan dalam perkataan itu namun aku hanya melihat dia berkata jujur
" perasaan ? Apa kau masih memiliki perasaan di saat aku di kecewakan oleh mu dulu " yah jujur aja kesalahan dia di masa lalu sangat membuat ku dawn , sampe aku berusaha membecinya 

"Harus dengan cara apa supaya kamu memaapkan aku ? " 

" sudah lah , aku lagi banyak masalah jangan menambah masalah lagi , aku udh cape " sautku tanpa menjawab pertanyaan , ku langkah kan kaki ku menuju kursi lain , melanjutkan smedi untuk mencari jalan keluar permasalahan ku hari ini ,

1 komentar:

  1. F*a*n*s*B*E*T*I*N*G Game Bola Online| 5*E*E*8*0*A*F*E :)

    BalasHapus