Jumat, 16 Februari 2018

Modus

Alasan ku untuk meninggalkanya bukan karena aku sudah tidak mencintainya , tapi sikap dia yang membuat ku merasa ingin pergi dari sisinya ,
Bukan aku tak sabar tapi aku memiliki batasan
Aku merasa di bohongi olehnya

aku tidak melihat bukti dari kata kata nya yang menjanjikan suatu kebahagian di masa depan , aku merasa telah di permainkan olehnya dan bodohnya lagi aku seperti wanita yang tidak tau diri , yang berharap akan semua kebohongan yang dia buat menjadi kenyataan ,

Dan kesekian kalinya aku terjatuh dan di permainkan , dia yang membuka hati ini lalu dia juga yang menyakitinya aku benar benar menjadi orang bodoh yang mempersilahkan dia untuk masuk ke dalam hatiku tanpa aku sadari dia masuk dengan membawa pisau lalu dia keluar dengan keadaan pisau itu menusuk hati ku ,
"Apa kau menangis lagi ? " seorang lelaki mengampiriku
"Hanya sedikit " jawab ku
" menangislah kalau itu benar bner terasa sakit " aku menoleh ke arahnya ,
" aku akan memberimu bahu untuk bersandar " lanjutnya ,lalu dia duduk di sebelah kananku dia menepuk nepuk bahunya seolah mempersilahkan ku untuk bersandar ,
Setehlah ku menyeka hidung ku yang terasa mampet ahirnya aku menyadarkan kepalaku di bahunya , dan ini rasanya nyaman ,
" aku tau permasalahan mu " katanya , 
" sudahlah aku tidak ingin mendengar itu "
"....... kadang aku merasa heran pada mu , keberadaan ku yang bertaun taun di sisimu apa tidak memiliki arti ? Sedangkan keberadaan dia yang berbulan bulan bisa memiliki arti sampe  hatimi luluh padanya "
aku mengusap air mataku dan menggeser posisiku tidak lagi bersandar di bahunya , aku mencerna apa yang dia katakan ,
" tentu saja kau memiliki arti " jawabku
" arti persahabatan maksudmu.....kau tau aku lelaki dan kamu perempuan apa kamu masih percaya bahwa seorang lelaki hanya bersahabat dengan perempuan kalau tidak dia memiliki perasaan terhadap sahabatnya sendiri " aku menoleh ke arahnya
" perasaan ? Perasaan apa maksud mu ?" Tanya ku jujur saja aku tidak paham dengan topik pembicaraanya
" apa kamu hanya melihat ku sebagai sahabat pada umumnya
Kau tidak memandangi aku sebagai lelaki ? "
" apa maksud mu pembicaramu semakin melantur aku tidakmengerti " yah jujur saja aku tidak mengerti denganya , otak ku masih di liliti dengan perasaan kecewa hingga sangat lemot untuk mencerna setiap kata kata
" ah sudah lupakan... Tidak seharunya aku membahas ini keadaan mu sangat kacau .... Kau tau aku sangat ingin menendang orang yang sudah tega menyakiti sahabatku ini aku benar benar ingin memukulnya ciat ciat ciat " dengan expresi ala ala orang yang sedang menonjok , aku tersenyum melihat tingkah konyolnya itu

1 komentar:

  1. F*a*n*s*B*E*T*I*N*G Game Bola Online| 5*E*E*8*0*A*F*E :)

    BalasHapus