Senin, 09 April 2018

5 Kepompong

Memiliki sahabat yang dari kecil sudah bersama sama , sampai saat ini mereka masih tetap seperti itu, tidak ada yang berubah, saling mengerti satu sama lain, saling mendukung, saling membatu dan lain lainya.
Suatu kebahagiaan tersendiri bagi Ali Devano rasakan.Dia memiliki 4 sahabat di antaranya Holiyah,Euis,Jarrell,dan Nengsih, ke 4 sahabatnya adalah perempuan , tidak masalah bagi Ali kalaupun lelakinya hanya dia sendiri.Bukanya Ali tidak punya teman lelaki , dia punya, hanya saja dia seolah memiliki ikatan yang kuat pada ke 4 perempuan itu sejak kecil, Sehingga Ali lebih nyaman bersama mereka , mungkin juga karena rumah mereka bersebelahan.

Waktu kecil, mereka sering bermain tanah, atau daun daun yang di potong menjadi bahan permainan. Itu adalah permainan yang sangat seru di mana peran Ali, dalam permainan itu, menjadi seorang pedagang sayuran
,Holiyah,Jarrell,Nengsih dan Euis berperan menjadi pembeli layaknya orang yang sudah berumah tangga,mereka bermain sampai baju kotor . Oh  permainan yang langka, yang jarang di temui di jaman sekarang, mungkin anak 90an tau itu permainan apa?.

Seiring berjalanya waktu , mereka menginjak usia dewasa. Kebersamaan mereka tidak ada yang berubah, mereka masih kompak. Meluangkan waktu untuk berkumpul,atau hanya sekedar ngobrol tidak jelas, begadang sampe pagi, kalaupun hampir tiap malam di marahin karena berisik, sudah hal biasa bagi mereka. Buat Ali berkumpul bersana mereka, bisa menghilangkan beban di hatinya,misalnya dia lagi boke, saat keuanganya abis di tanggal tua. Ali mengajak kumpul di antara rumah ke 4 sahabatnya itu , lalu Ali pergi ke dapur rumah mereka, mencari makanan , bukanya di rumah Ali  tidak ada makanan, hanya saja Ali lebih suka numpang makan di rumah sahabatnya itu. Dan orang tua mereka pun sudah mengerti ,tidak sungkan lagi dengan sikap Ali yang seperti itu, seolah Ali sudah di anggap anaknya sendiri.

Namun ada satu hal yang menurut Ali berubah, yaitu perasaanya. Perasaan yang dulu sama sekali belum pernah Ali rasakan , perasaan suka dan nyaman, terkadang rindu yang hampir melanda hatinya setiap hari, rindu terhadap seseorang di antara Ke 4 sahabatnya itu.
Awalnya Ali mengira ini hal yang wajar, mungkin karena mereka sahabatnya sejak kecil, jadi wajar bila Ali merindukan mereka. Namun rasa rindunya hanya tertuju kepada satu orang, rasa rindu yang membuat hatinya merasa bahagia saat mengingat namanya. 
Awalnya Ali tidak mengambil pusing karena hal ini ,namun sikapnya tidak bisa membohongi perasaanya.

" Ali ke sini cepetan ke rumah gue, mau nobar TheConjuring 2 nih." Teriak Nengsih, rumah Nengsih dengan Ali emang terbilang paling dekat, hanya berjarak beberapa Meter saja 

" Ada siapa aja di situ ? " saut Ali

" Holiyah,Jarrell dan Euis," nama yang terahir di sebutkan Nengsih , membuat Ali sontak langsung bersemangat, entahlah Ali tidak mengerti ,
" Ok gue ke situ bentar,ganti baju dulu." Ali sempat berpikir kenapa ahir ahir ini, dia ingin terlihat ganteng di depan Euis,padahal biasanya dia tampilan acak adul , celana robek robek, rambut kucel,jarang sampoan bahkan mengurus ketiakpun jarang dia lakukan, Jarrell sering mengomelinya bila Ali bau keringat ,namun Ali tidak menghiraukanya.
Tapi saat ada getaran di dalam hatinya,yang meneriaki nama Euis, seolah merubah Ali. Ali yang tadinya jorok tidak mau mengurus badan ,jadi ingin terlihat bersih, rapih dan ganteng. Sebenarnya Ali memiliki tekstur wajah yang bagus, hidung mancung,bibir tipis kemerah merahan karena Ali tidak merokok, mata hitam bulat,dan alis yang kekar, seolah dia memiliki keturunan Arab, padahal Ayah dan Ibunya asli orang Sunda, Bogor,Jawa Barat.

Mungkinkah ini yang namanya cinta pikir Ali saat bercermin. Cinta yang berbeda selain cinta kepada sahabat , entahlah Ali masih tidak mengerti. Di tambah di umurnya yang menginjak 20 taun, dia belum pernah berpacaran. Ali terlalu sibuk bekerja, menurutnya tidak ada waktu untuk melakukan hal hal itu. Wajahnya yang rupawan tidak jarang ada perempuan yang ingin berkenalan dengan Ali , setiap ada wanita yang menghubunginya, menanyakan sudah punya pacar atau belum? Ali selalu menjawab, " Punya , pacar ku ada 4. " sontak perempuan tersebut menghindar,dia mengira Ali cowo playboy, lalu memutuskan untuk menjauhi Ali. Nama Jarrell, Holiyah,Euis dan Nengsih selalu di jadikan alasan. Menurut Ali pacaran itu ribet, harus memberi perhatian setiap hari, memberi kabar hampir tiap jam,harus sabar saat sedang marahan , dia tau dari teman teman kerjanya, dan mereka banyak yang galau, tidak fokus karena pacarnya, saat ulang taun pacarnya mereka harus memberikan kado yang  spesial, intinya pacar itu harus di bahagiakan dengan cara apapun. Dan itulah yang di sebut cinta sejati kata mereka.  Berbeda dengan Ali , Ali hanya ingin membahagiakan orang tuanya, dari pada membahagiakan anak orang yang belum tentu jodohnya. Bagi Ali selagi ada 4 perempuan yang selalu menemani, dan memperhatikanya dalam keadaan sedih atau senang, Ali tidak butuh pacar di kehidupanya.

" Nyuk besok kerja gue nebeng yah." kata Holiyah di selasela obrolan mereka malam ini,
sudah hal yang harus mereka lakukan, yaitu berkumpul di malam minggu. Kumpulan 'para jones', julukan tetangga untuk mereka.
" Nebeng mulu ,motor elu belum di perbaiki emang? " ujar Ali , sambil melirik ke arah Euis yang sibuk ngobrol dengan Jarrell.
" Belom , banyak perbaikan katanya , rusaknya terlalu parah. "
" Lagian lu kalau gak bisa bawa motor, mending berangkat kerjanya  ngesot aja. Kan kasian motor baru, langsung di bawa nyungsep ke got. " semprot Ali, memang benar kemaren holiyah sempat kecelakaan , motor yang baru saja di beli orang tuanya, langsung di bawa musibah , dan itu kejadian yang sangat menyebalkan bagi Holiyah.

" Bisa gak sih lu gak usah bahas itu Li iiih nyebelin deeh, " Holiyah menjitak Ali karena perkataanya, mengingatkan kejadian memalukan kemaren,

" Oh iyah Li besok kerja, gue bareng lu lagi yah." saut Euis , Ali langsung menoleh ke arah Euis. " Ayo, jam 10 kan seperti biasa ?" ujar Ali " Sekalian gue juga yah Li, gk apa apa semotor bertiga,kan searah." Holiyah memohon.

" Taraaa kita main LUDOKING lagi sekarng , yang kalah harus coret mukanya pake ini. " Nengsih memecahkan perseteruan gak penting di antara mereka.

" Ini apaan sih item item gini ? " tanya Jarrell sambil mencolek colek bubuk hitam di mangkok,
" Ini arang haha pokonya yang kalah harus di coret mukanya pakai ini."

Permainan di mulai, mereka memilih warna sesuai warna yang tertera di dalam Game tersebut. Beberapa menit kemudian  mereka terhanyut dalam Game itu, sesekali mereka tertawa terbahak bahak, saat mencoret coret wajah mereka yang kalah.
Permainan terus berlanjut kini saatnya Ali mencoret wajah Euis. Ada getaran yang sangat dasyat dalam hati Ali, saat tanganya berjarak beberapa senti dari wajah Euis.Ali mematung,  Ali hanya memandangi wajah cantik Euis. 
" Elu liat apaan sih ? cepetan coret muka gue." ujar Euis membuyarkan lamunan Ali. 
" Haha udah gak ada tempat nyuk buat nyoret muka elu, " jawab Ali beralesan, setelah kesadaranya kembali,
" Ya udah sebelah sini aja, dekat hidung gk apa apa." Euis menyerahkan diri karena dia kalah dalam permainan tersebut. Jantung Ali kembali berdetuk lebih kencang, saat tangan Ali menyentuh sela sela hidung Euis yang mancung ,memakai jari telunjuknya, lalu meninggalkan bekas arang hitam di sana. Membuat jantungnya berdetak tak karuan, mungkin Euis tidak menyadarinya bahwa Ali salting.

Hari hari berikutnya, perasan Ali sulit sekali untuk di baca atau di mengerti , apa lagi di pahami, Ali sempat berpikir ini hal yang wajar bagi dirinya, mungkin karena masa pubernya.

Ada rasa bahagia yang terselip saat mengingat, dan melihat poto poto mereka ber 5. Pandanganya tidak luput dari Euis, yang tersenyum manis saat berpose bersama , Ali ingin sekali berbicara kepada Euis bahwa Ali merindukanya , tapi Ali sadar posisinya sebagai sahabat terbaik Euis, dan itu sedikit membuat perasaan Ali terasa sakit.
Apa lagi mengingat perubahan sikapnya , cuman Ali yang menanggung, tanpa dia ceritakan kepada sahabatnya yang lain.

Waktu semakin berjalan,perasaanya terhadap Euis tidak karuan,hampir tiap hari Ali merindukan Euis. Nama Euis selalu menghantui Ali setiap malam ,sehingga tidur Ali ahir ahir ini tidak nyenyak, karena rasa gundah dan gelisah di campur rasa rindu, membuat Ali susah untuk terlelap.
Ahirnya Ali ingin berbagi,keluh kesah dalam hatinya kepada sahabatnya yang lain.
" Halo Jarell, udh balik kerja belum? "
" Iyah Li , belum bentar lagi , ada apa ? " jawab Jarrell di sebrang sana.
" Kalau udh balik, temui gue di Ritzek'y Sentul Nirwana oke , gue udh di sini jangan pake lama."
" Ada apa ? Gue ada ac...." tututut sambungan telpon terputus.

15 menit kemudian.
" Dasar kamvret gue ada acara, ngapain sih segala ngajak ketemu? " semprot Jarrell saat sudah sampai di lokasi yang Ali maksud. Jarrel berdecak sebal karena permintaan Ali acaranya di gagalkan,karena Jarrel lebih mengharagai temanya ini. 
" Hehe..." Ali hanya menyengir garing, tidak merasa bersalah atas apa yang dia lakukan ,lalu di sambut dengan jitakan di atas kepalanya.
" Aw.......duduk dulu napah ? " pinta Ali kepada Jarrell.
" Rell gue mau curhat dikit aja , dikit seriusan gak banyak banyak ko."
" Bnyak juga gk apa apa, terlanjur, acara gue udah gue batalin." Jarell berdecak sebal,mungkin karena efek dia baru pulang kerja, rasa cape dan lelah masih dia Jarrell rasakan.
" Acara apaan sih? so sibuk amat. "
" Acara kondangan aliiiiiii, temen pabrik gue hari ini nikah langsung 3 orang , gilakan makin sepi aja Karyawan di pabrik, karena propesi mereka berubah jadi ibu ibu rumah tangga. Ya udh gue nitip kado untuk mereka ke Giana aja ,kebetulan dia berangkat bareng Fatnernya, garagara elu....tapi gue bersukur juga sih hehe , soalnya kalaupun gue dateng ,kadang merasa sebal, pasti adaaaaaa aja yang bilang 'kapan nyusul' kan bete gue , belom ada jawaban buat pertanyaan itu. Kalau ada yang ngomong kaya gitu , gue suka bales suatu saat nanti ,kalau ada yang meninggal baru deh gue yang bilang ke mereka ' kapan nyusul' hahah mampus dah. "
" Looh ko jadi elu yang curhat sih. " Ali mendengus kesal, bukanya Ali yang mau curhat, tapi malah Jarrell yang bicara panjang lebar.
" Hehe , ya udh elu mau ngomong apa? " tanya Jarrel ahirnya .
Ali mengumpulkan kata kata yang pas untuk di bicarakan , yang bisa di mengerti oleh Jarrell, karena Ali tau, Jarrell sedikit lemot tapi dia pemberi saran yang baik, di antara sahabatnya yang lainya.
" Rell kayanya ada yang aneh, sama perasaan gue sebulan terahir ini......Gue merasa sedang..... Jatuh Cinta." Jarrell terbelalak, curhatan yang langka buat Jarrel dengar dari mulut Ali , biasanya dia curhat bila ada masalah dengan teman kerjanya, atau yang lain, misal minjam uang kalau dia belum gajian,cerita soal cewek yang ngejar ngejar dia.
Ali belum pernah curhat tentang perasanya,Jarrell menyelipkan rambut ke belakang telinga ingin mendengar lebih jelas. 
" Setiap kali kumpul, selalu ada getaran aneh dalam hati gue Rel, kaya ada semacem taman bunga terus bunganya bermekaran, intinya gue bahagia. Hampir tiap hari gue merindukanya." Lanjut Ali , dengan pertemuan nya yang hanya berdua tanpa yang lain Jarrell berpikir aneh aneh. 
" Jangan sampai lu suka sama gue, jangan sampe deeeh." Kata Jarel becanda seolah orang di sukai Ali adalah dirinya.
" Kamvret dengerin dulu sampe selesai napa? Males juga gue jatuh cints ke elu, amit amit. " Jarrell hanya tertawa.
" Oke lanjut."
" Tapi ada yang aneh lagi Rel. Di balik rasa bahagia gue, ada rasa sakit yang amat sangat gue rasain , karena orang yang gue suka itu sahabat gue sendiri, jadi gue yakin dia gak bakalan nerima gue, kalau gue nembak dia." sedikit lega untuk Ali rasakan, setelah mencurahkan semua yang mengganjal dalam hatinya, selama sebulan ini kepada Jarrell,
" Kumpul bersama..karena dia sahabat gue,tunggu tunggu tunggu, jadi cewek yang elu maksud itu ada di antara Holiyah,Euis ,Neng dan gueee ... Sumpah kalau elu seriusan suka sama gue, gue gak bakalan nerima eluu." Jawab Jarrel dengan pedenya , Ali mendengus kesal.
"Bukan elu kamvret tapi....Euis , gue suka sama dia Rell." Jarrell sedikit kaget dan tidak percaya saat Ali mengucapkan nama Euis. Euis yang jadi sahabatnya sejak kecil , sontak Jarrell memukul meja.
" Haah Euis.... jangan sampe jangan sampe jangaan sampeeeeeeee, pokonya jangan sampe elu ngungkapin semua perasaan lu ke diaaaaa. " kata Jarrell menolak.
" Laah memangnya kenapa ? Gue cowok dia cewek gak ada yang salahkan! "
" Masalahnya bukaan cewe atau cowok,  masalahnya Euis.  Euis udah nganggep elu sahabat , dan Euis anggap elu udah kaya kakanya sendiri." Ali merunduk, sudah di yakinkan Ali sedari kemaren, bahwa tidak mungkin bisa mengungkapan perasaanya ke pada Euis , dan perkataan Jarrell malam ini  memukul hatinya.
" Misal elu memberi tau Euis soal perasan lu. Euis pasti gak kalah kagetnya kaya gue , dan Euis gak mungkin nerima elu , karena apa ? karena dia udah menyukai cowok laiin, dan cowok itu temen kerjanya , dan  mereka sudah saling mengenal sekarng. Euis sudah beberapa bulan memperhatikan cowo itu , semalam aja dia bilang ke gue, kalau mereka baru aja jadian. Rasa bahagianya pun dia bagi bagi ke gue ,Euis ceritakan semuanya ke gue , dan terbukti rasa bahagianya sangat terpancar di wajahnya, gue bisa mengerti itu." Jarrell terus menekankan setiap perkatanyanya, untuk menyadarkan Ali. Bahwa mencintai Euis adalah kesalahan terbesarnya. Ali hanya terdiam seolah perkataan Jarrel terus saja memukul hatinya. "Gue takut Li.....takut persahabtan kita, yang di bangun sejak kecil hancur begitu saja. Garagara ungkapan cinta elu ke Euis , pasti Euis merasa tidak enak ke elu, karena dia menolak dan ahirnya persahabatan kita hambar. Pasti berbeda rasanya gak kaya dulu lagi." Perasaan Ali semakin terpukul dengan kata kata jarrell yang kesekian kalinya ,

" Gue tau, itu sakit buat lu rasain Li. Bukanya gue cemburu atau apa soal hal ini ,gue hanya takuut, takut ada perubahan di antara persahabatan kita, setelah elu mengungkapkan perasaan ke Euis......Elu sayang sama Euis? asal lu tau ? Euis juga sayang sama elu, tapi sebagai sahabatan.Apa itu tidak cukup ? Untuk membalas perasaan lu.?" Lanjut Jarrell. 
" Sekarang gue minta kita tetap seperti ini. Seolah tidak ada kejadian apapun, gue bakal menyimpan rahasia ini rapat rapat." jelas Jarrell.
" Kenapa penjelasan elu sangat sakit buat gue rasain Rell ? " tatapan Ali menerawang ke jalanan Sentul Nirwana. Hujan yang 3 menit lalu turun , seolah menggambarkan perasaan Ali. Ali pikir cuman hanya perempuan saja, yang menangis saat perasaanya tidak terbalas tapi ! seorang lelakipun bisa. Dan mencintai Euis adalah kesalahan terbesar nya .Jarrell tidak tega saat melihat  mata Ali berkaca kaca.
" Maapin gue, bukanya gue mau nambah rasa sakit di hati lu , tapi gue hanya menyediakan payung sebelum hujan. Mencegah kejadian yang bakal merubah kebersamaan kita menjadi terpceah belah, gue takut Euis menjauh, dan menghindar karena merasa tidak enak ke elu, karena sudah menolak perasaan elu.. Gue minta tetap lah seperti ini okey." Ujar Jarrell lirih seolah mengerti perasaan Ali.
" Lagian bukanya elu sendiri yang bilang, pacaran itu tidak terlalu penting buat lu Li. Yang paling penting dalam hidup lu adalah pekerjan, karena cita cita lu menjadi orang sukses, lalu membahagiakan kedua orang tua lu. Sekarng pokus saja ke cita cita elu , kalau elu udah sukses dan mapan ,wanita yang cantikpun bakal gampang elu dapetin. Dan gue yakin, perasaan lu pada Euis sedikit demi sedikit bakal hilang, kalaupun sulit...Tetap lah seperti ini,seolah tidak terjadi apa apa, Euis tidak ke mana mana ko dia selalu ada bareng kita." Penjelasan Jarrell yang terahir sedikit membuat perasaan Ali membaik. Iyah Ali  bercita cita menjadi orang sukses dan mapan , dia ingin sekali meberangkatkan kedua orang tuanya untuk Ibadah Haji ke Mekkah. 

" Iyah Rell gue mengerti sekarang ? Kalau gue mengungkapkan perasaan ini ke Euis , seolah olah gue merusak persahabatan kita , dan gue gak mau persahabatan kita hancur cuman karena perasaan gue. Egois memang kalau gue sampai lakuin itu, gue hanya berpikir tentang perasaan gue doang tanpa berpikir perasaan yang lain." Jarrell menyodorkan air Aqua, menyuruh Ali untuk meminum. Untuk  menambah perasaan Ali menjadi lebih baik setelah minum. Karena Jarrell tau Air punya peran penting dalam tubuh manusia , salah satunya melancarkan aliran darah ke dalam sel sel otak, sehingga manusia tidak terlalu banyak pikiran.

Ali meneguk sampai habis,
" Udah merasa lebih baik hm ?" tanya Jarrell
" Entahlah. " jawab Ali
" Ya sudah ini udah malam, gue mau pulang ,takut Enya dan Babeh gue nyariin." Jarrell meninggalkan Ali yang masih menatap jalanan , tatapanya sangat kosong. Sebenarnya Jarrell merasa bersalah telah mengatakan kata kata yang membuat Ali merasa semakin sakit, Jarrell terlalu takut persahabatan di antara mereka berubah jadi Jarrell tidak ada cara lain  untuk melindungi kebersamaan mereka. 

1 komentar:

  1. F*a*n*s*B*E*T*I*N*G Game Bola Online| 5*E*E*8*0*A*F*E :)

    BalasHapus