Jumat, 06 April 2018

Aku

Nama ku Soffia. anak satu satunya keluarga Dahlan , yah Ayah ku Ahmad Dahlan dan ibu ku Fatma dahlan , dan aku Soffia Safira Dahlan. Memiliki nama yang di ahiri dengan nama belakang Ayah, memang sudah menjadi tardisi di keluarga ini. Kupijakan kehidupan dari lahir sampe berumur 20 taun ini, di kampung bojong koneng kabupaten Bogor. Yaps Bogor adalah kampung halaman ku, yang sangat indah dan nyaman. Memiliki ciri khas daerah yang sangat lekat dengan adat sunda, dari makanan atau budaya lainya. Satu lagi Bogor adalah kota hujan. Begitu banyak kisahku, yang terlukis disini, kisah persahabatan dan kisah cinta ku. Tentunya semua orang memiliki kisah hidupnya masing masing, mungkinkah ada yang sama dengan ku.

Seorang lelaki berseragam guru, memakirkan motr beat nya di halaman rumah. aku yang sedang menjemur pakaian menghampirinya dengan sopan.
" Cari siapa Pak ?" tanya ku.
" Saya cari Pak Ahamd , Ahmad Dahlan apa betul ini rumahnya. " Jawabnya.
" Eh iyah betul Pak, mari masuk. " Lelaki itu membuntutiku masuk kedalam rumah.
" Duduk aja dulu Pak, nanti saya panggilin Ayah di belakang. " lelaki itu hanya mengaggup.

Hitungan beberapa detik Ayah menghampirinya, ada rasa penasaran dalam diriku, sebnarnya bukan kebiasaan ku untuk menguping pembicaraan tamu Ayah. tapi, ada yang aneh hari ini.
Sayup-sayup Ayah terdengar menyapa dan sering bertanya, pada lelaki itu.
" Maksudnya Neng Soffi. "  Saat namaku disebut, rasa penasaraan ku semakin menjadi-jadi lalu, aku menguping dari dekat.
" Iyah soffie anak Bapak. Saya ingin menikahinya."  Tidak ada hujan tidak ada awan gelap, yang ada hanya matahari memancarakan cahayanya yang trik. Namun aku mematung di pojokan ini, berasa di sambar petir disiang bolong.
" Hehe memangnya kamu tinggal di mana ?" tanya ayah.
" Saya asli Bandung Pak, tapi saya pindah ke Bogor dan mengajar si SMP Al-Hidayah. " Sudah terbaca dengan seragam yang dia kenakan,  aku semakin menyiapkan telinga ingin tau lebih banyak , siapa dia ? mengapa dia tiba-tiba ingin menikah dengan ku, padahal aku tidak mengenalnya.
" Oh sejak kapan kamu kenal Sofi. "
" Baru hari ini Pak, saya ingin lebih dulu berkenalan dengan Bapak. " dapat kulihat dia sama sekali tidak gugup. dia menjawab setiap pertanyaan yang di lontarkan Ayah dengan baik

" Ya sudah Pak saya pamit pulang yah. "
" Tunggu. bapa panggilkan Soffi untuk mengantar ke depan. "
" Tidak usah Pak. "
Setelah dia menghilang di daun pintu, aku masih mematung mencerna setiap pembicaraan lelaki tadi dengan ayah.

Apa dia sudah gila, datang kerumah cuma untuk meminta ijin untuk melamar ku.
Apa aku mengenalnya ? Tidak.
Apa aku pernah melihatnya? Tidak.
Apa aku kenal dengan keluarganya? Tidaaaaaaak.

1 komentar:

  1. F*a*n*s*B*E*T*I*N*G Game Bola Online| 5*E*E*8*0*A*F*E :)

    BalasHapus